Dari KayLa
Untuk Laskar PMI…
Semakin dekat hari itu, rasanya aku semakin takut. Hari dimana seharusnya aku bias manentukan masA depan ku,hari di mana aku harus mencoba lagi dan hari dimana aku akan mengakhiri semua penderitaan ini.
Sekarang,aku merasakan suatu rasa yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Karena dulu aku membayangkan aku jauh dari rasa ini. Dula aku membayangkan aku akan biasa saja disini. Tapi apa yang terjadi sekarang,,,sebanyak tigapuluh homosapiens ini ternyata mampu mengubah semua itu. Sungguh aku merasa damai disini,aku merasa bahagia disini dan aku enggan meninggalkan semua ini.
Teman,,,tahukah dirimu bahwa aku tak pernah merasakan indahnya persahabatan seindah persahabatan kita.aku tak pernah merasakan kebarsamaan seindah kebersamaanku dengan kalian. Kalian telah mengisi hari-hari semuku,kalian telah menghiasi kedua mataku yang tiap hari selalu berkunag-kunang karena tak kuasa menahan beban hidup,kalian telah membuka mataku kawan. Kalian telah mengajariku bahwa hidup itu haruslah disyukuri.
Teman,,,tahukah engkau apa yang sebenarnya terjadi pada diriku ini??? Aku punya sebuah beban hidup kawan,beban hidup yang sungguh amat sangat berat sekali kurasakan. Aku tak sanggup untuk menceritakan semuanya pada kalian. Aku hanya ingin kalian tahu bahwa yang kalian lihat setiap hari bukanlah diriku yang sebenarnya. Aku yang sebanarnya sedang terpuruk,menangis menyesali nasib dan selalu mengumpat Sang Pencipta,bahwa hidup ini tak adil bagi ku.
Aku mempunyai sebuah beban kawan,,hingga bulan juli nanti aku harus pergi meniggalakan kalian. Aku pergi bukan karena aku tak suka dengan PMI,tapi karena aku harus mengakhiri beban ini. Beban yang selama ini ku tanngung sendiri. Jika aku tak punya beban yang berat ini,aku tak akan pergi meninggalkan keceriaan kita ini. Aku memang bukan siapa-siapa di kelas,aku bukan siapa-siapa di PMI tapi saat ini sungguh berat bagiku untuk meninggalkan kalian.
Aku berada di titik dimana aku merasa sangat nyaman dan damai. Terlalu banayak sensasi-sensasi yang ku temukan disisni bersama kalian. Apalagi setelah kalian menganugerahiku sebuah panggilan baru yakni KAYLA aku semakin merasa dekat dengan kalian. Aku enggan meninggalkan kalian,,,,,,,,,,,,,
Aku ingin menangis tapi tak bias menangis,karena air mata ini tak akn sedikitpun mengurangi bebanku. Aku ingin menjerit tapi mulutku di bungkam oleh beratnya bebanku ini.
Teman,,,siapapun aku,aku harap bulan juli nanti aku bias melakukan yang terbaik untuk ku,untuk keluargaku,untuk masa depanku dan untuk teman-temanku,Laskar PMI…
KayLa mohon do’a dan restunya…..
TETEP SEMANGAT!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar